Langit kelabu masih basah oleh sisa hujan, kau diam dibawah lengkung ranting cemara yang menukik sejajar ujung kepala. Kuyup dan kedinginan. Rambutmu basahā¦.kemejamu basahā¦ransel yang masih tergantung dibahu kirimu pun ikut basah.
Kakimu tak beranjak meski selangkah. Rasanya disitulah sudut paling pas untukmu mengamati dia. Kau memandang lurus kedepan, kearah rumah tua diujung tikungan jalan tak jauh dari tempatmu berdiri. Menangkap sesosok mungil dalam siluet yang indah.
Siluet itu bergerak.
Tersenyumā¦.
Anggunā¦ā¦ā¦ā¦ā¦ā¦ā¦...hatimu meleleh tapi perihā¦
Dia tertawa lepas, bergelayut manja disesosok tubuh disampingnya.
Jantungmu berdegup kencang, sakitā¦ā¦ā¦ā¦ā¦seperti berdarah.
Tubuhmu kaku.
Tak mampu bergerakā¦meski bergeser satu inci pun kau tak sanggup.
Kau masih menatap nanar pada siluet itu.
Mendadak hatimu menggigil, ingin pergi, ingin lariā¦ā¦
Tapi kakimu seperti terkunci.
Siluet indah itu kembali bergerak.
Ada tangan lain melingkar dibahunyaā¦merengkuhnya hangat.
Bersisian.
Bergerak menjauh darimuā¦
Cinta itu menyilaukan pandanganmu..
Meski diantara deras gerimis.
Kau ingin menangisā¦ā¦..cintamu kini sebatas punggung..
Hanya mampu kau gapai sebatas punggungnya saja, hanya bisa kau hayati bayangannya..
Tanpa sanggup kau miliki keutuhannya.
Kau kini harus mengertiā¦.Isyarat yang sanggup kau rasa tanpa perlu kau sentuh..
Cinta yang mengudara tanpa perlu kau berbahasa.
Kini tinggallah sesosok kau saja.
Pandangan matamu menyebar keseluruh bentangan langitā¦
Cuma arakan awan mendung. Warna kelabu, biru dan unguā¦dan kau yang diam termangu, bisu.
Cinta menahun yang berubah jadi kupu-kupu..cintamu yang menua dalam kebungkaman.
Kakimu tak beranjak meski selangkah. Rasanya disitulah sudut paling pas untukmu mengamati dia. Kau memandang lurus kedepan, kearah rumah tua diujung tikungan jalan tak jauh dari tempatmu berdiri. Menangkap sesosok mungil dalam siluet yang indah.
Panggil diaā¦ā¦ā¦biarkan dia tau kau adaā¦ā¦ā¦
Siluet itu bergerak.
Tersenyumā¦.
Anggunā¦ā¦ā¦ā¦ā¦ā¦ā¦...hatimu meleleh tapi perihā¦
Dia tertawa lepas, bergelayut manja disesosok tubuh disampingnya.
Jantungmu berdegup kencang, sakitā¦ā¦ā¦ā¦ā¦seperti berdarah.
Panggil diaā¦ā¦ā¦biarkan dia tau kau ada disanaā¦ā¦ā¦
Tubuhmu kaku.
Tak mampu bergerakā¦meski bergeser satu inci pun kau tak sanggup.
Kau masih menatap nanar pada siluet itu.
Mendadak hatimu menggigil, ingin pergi, ingin lariā¦ā¦
Tapi kakimu seperti terkunci.
Renataā¦ā¦ā¦Cinta ini terlalu tua bagi hatikuā¦ā¦ā¦
Dan terlalu mahal untuk kuabaikan begitu sajaā¦
Siluet indah itu kembali bergerak.
Ada tangan lain melingkar dibahunyaā¦merengkuhnya hangat.
Bersisian.
Bergerak menjauh darimuā¦
Cinta itu menyilaukan pandanganmu..
Meski diantara deras gerimis.
Kau ingin menangisā¦ā¦..cintamu kini sebatas punggung..
Hanya mampu kau gapai sebatas punggungnya saja, hanya bisa kau hayati bayangannya..
Tanpa sanggup kau miliki keutuhannya.
Kau kini harus mengertiā¦.Isyarat yang sanggup kau rasa tanpa perlu kau sentuh..
Cinta yang mengudara tanpa perlu kau berbahasa.
R e n a t aā¦ā¦ā¦ā¦ā¦
Kini tinggallah sesosok kau saja.
Pandangan matamu menyebar keseluruh bentangan langitā¦
Cuma arakan awan mendung. Warna kelabu, biru dan unguā¦dan kau yang diam termangu, bisu.
Cinta menahun yang berubah jadi kupu-kupu..cintamu yang menua dalam kebungkaman.
Inilah akuā¦yang terlalu mencintai dengan caraku sendiriā¦
~thx deasy maya for licensing this note~
ur work is always great
Comments